Sabtu, 28 Juni 2014

Gue Minta Bantuan Kalian Lagi Untuk Creative Charity

Mungkin sebagian dari kita mengeluh karena tidak bisa beli baju baru pas lebaran. Mungkin sebagian dari kita mengeluh saat tidak dapat THR. Mungkin sebagian dari kita mengeluh saat tidak dapat gadget baru. Tapi apakah makna lebaran kali ini adalah tentang semua itu?

Coba lihat foto-foto berikut ini:




(Foto dari berbagai sumber)

Pernah kepikiran kah, bagaimanakah orang-orang ini merayakan hari yang sering disebut sebagai hari raya? Pernah kepikiran kah, apakah mereka bisa merasa bahagia juga di hari raya? Gue yakin, mereka bisa. Itulah kenapa mereka bisa tetap bertahan hidup terus di dunia. Karena mereka yakin, ada kalanya mereka akan bahagia. Mereka yakin, mereka punya hak untuk bahagia. Mereka bisa bertahan hidup karena harapan itu. Nah, siapakah yang berkewajiban untuk mewujudkan harapan mereka?

Kita.

Kita berkewajiban membahagiakan mereka. Mewujudkan harapan mereka. Dengan apa? Dengan harta? Bukan. Cukup dengan menunjukkan kepada mereka bahwa masih ada orang yang baik dan peduli kepada mereka. Bukan baik demi kepentingan politik maupun kepentingan apa saja. Tapi baik karena masih menganggap mereka manusia, saudara, teman kita.

Kenapa kita berkewajiban untuk membantu mereka?

Gue sih percaya, semua yang Tuhan berikan kepada kita di dunia ini hanya titipanNYA. Ada sebagian yang boleh kita nikmati, ada sebagian lagi yang harus kita bagi. Tuhan menitipkan kita rezeki, artinya Tuhan percaya, kita bisa menggunakannya dengan bijaksana. Tapi saat kita tak mampu menggunakannya dengan bijaksana, mungkin Tuhan tak mau lagi mempercayai kita.

Selain dari sisi itu, gue ngerasa hutang besar kepada orang-orang luar biasa seperti di atas. Dan gue yakin, kalian yang hati nuraninya masih ada, bakal ngerasain hal yang sama. Manula yang masih bekerja, membuat gue ngerasa malu untuk menyerah dalam berusaha. Tubuh gue masih lebih kuat dari mereka. Nasib gue juga lebih beruntung dibanding mereka. Sehingga, setiap kali gue mau menyerah, mereka mengingatkan gue untuk tidak ingkar atas segala nikmat yang ada. Adik-adik kecil yang tinggal di panti asuhan juga mengajarkan gue untuk menghargai keluarga. Mereka sangat merindukan hangatnya keluarga seperti orang-orang di luar sana. Mereka sangat menginginkan rasanya dimanja maupun disupport oleh keluarga. Sedangkan gue? Gue punya semua. Jadi, gue harus siap menerima keadaan keluarga gue beserta segala kekurangannya. Intinya, tanpa orang-orang seperti mereka, kita bakal lupa arti bersyukur dan mungkin akan jadi budak ketamakan. Mereka mengajarkan kembali kepada kita tentang value menjadi makhluk hidup bernama manusia.

Pelajaran hidup semacam itulah yang membuat gue tergerak untuk membantu mereka sebagai wujud pemenuhan tanggung jawab yang Tuhan berikan. Tapi dengan ditulisnya post ini, gue bukan berniat untuk riya', misalpun ada yang mau su'udzon juga silakan. Su'udzon nggak akan mengurangi beban orang, tapi hal yang dianggep riya' ini setidaknya memberi efek yang nyata kepada mereka yang berhak. Gue nulis post ini karena gue pengin ngajakin siapapun yang merasa hatinya terketuk untuk menjalankan lagi sebuah program yang pernah KITA jalani sebelumnya, Creative Charity. Buat yang belum paham apa itu Creative Charity, silakan KLIK LINK INI.  

Intinya, tahun ini gue mau ngejalanin lagi program ini. Fokusnya adalah gue bakal berbagi ilmu menulis hingga (semoga mampu mengantarkan) kalian bisa menulis sebuah buku, atau bahkan menerbitkan buku. Kebetulan taun ini penerbit buku gue (@bukune) mau ngebantuin gue dengan 'meminjamkan' editor-editor handalnya buat bantu sharing ilmu. Nah, paket lengkap kan? Dapet ilmu nulis, sekaligus bisa konsultasi soal penerbitan buku pula dengan editor dari salah satu penerbit buku besar yang ada di Indonesia. So, kalo lo udah pernah nyoba nulis buku tapi nggak berani ngirim ke penerbit, besok draft itu bisa lo bawa dan lo konsultasiin langsung ke editor kami. :)

Waw.. Terus yang mau ikutan kudu bayar berapa, Al?

Untuk mengikuti kegiatan ini, gue NGGAK MEWAJIBKAN kalian yang pengin ikutan kelas menulis ini untuk membayar dengan nilai tertentu. Cukup SEIKHLASNYA AJA. Lo adanya 50ribu? 20ribu? 10ribu? Gue terima dengan suka rela. Lo gak mau nyumbang duit dan pengin nyumbangin BARANG YANG LEBIH BERMANFAAT? Boleh. Tapi pastiin barang yang lo sumbangin itu masih baru. Misal alat tulis, ya pulpen atau pensil baru, bukan pensil yang panjangnya tinggal 2cm. Pokoknya gue yakin lah, kalian cukup paham mana yang pantas untuk disumbangkan. Jumlah pesertanya bakal dibatasin demi efektivitas kegiatan belajar. Biar gue bisa lebih intensif berinteraksi kepada setiap peserta. Karena gue pengin, kelar ikut kelas ini, peserta bawa karya masing-masing. Bukan cuma ilmu.

Duit dan barang-barang dari kita, mau lo kemanain, Al?

Gue nggak bakal ngegunain sepeserpun duit atau barang yang kalian sumbangin kok. Hasil sumbangan bakal gue bagiin kepada anak-anak yatim/piatu dan para manula yang masih bekerja keras di usia senja (bukan mengemis). Asik kan? Kalian dapet ilmu, sekaligus dapet pahala. Sebagai bukti bahwa nggak ada penyelewengan dana maupun gak ada kampanye terselubung di program ini, silakan kalian cek video field report Creative Charity yang gue adain tahun lalu.

Oke.. Sebelum menjalani program ini, seperti tahun kemarin, gue butuh banget bantuan kalian. Ntah personal, ntah komunitas, untuk menyiapkan kebutuhan-kebutuhan gue berikut ini:

1. Gue minta perwakilan dari teman-teman di kota besar se-JABODETABEK & JABAR yang punya komunitas ntah itu komunitas stand up comedy atau karang taruna, atau cuma gank setongkrongan. Yang penting bisa buat ngebantuin gue MEMBENTUK PANITIA PELAKSANA untuk ngejalanin program ini di kota masing-masing. Tugasnya nanti adalah menyiapkan point 2 dan melayani pendaftaran peserta kelas menulis di kota kalian masing-masing.

2. Gue butuh fasilitas tempat belajar-mengajar yang layak pakai, serta LCD projector dan sound system yang cukup memadai. Dan, gue mohon fasilitas itu digratiskan agar hasil sumbangan benar-benar tidak dikurangi untuk menyewa kebutuhan kelas itu sendiri. Kegiatan akan berjalan sekitar 2-3 jam efektif. Nggak harus tempat mewah seperti hotel atau cafe. Yang penting layak buat dipake belajar aja. Itu lah yang gue minta diusahakan oleh panitia pelaksana.

3. Kalo 2 point di atas bisa dipenuhi, silakan bentuk team #CreativeCharity dan konfirmasikan ke email (promosi@bukune.com) dengan isi email mengenai siapa saja anggota kepanitiaan kalian, struktur kepanitiaan seperti apa yang bisa kalian bentuk untuk ngebantu gue (sebagai bahan pertimbangan kesiapan kalian untuk program ini). Deadline pendaftaran bisa kapan aja di saat gue ngerasa udah punya cukup tim yang siap di kota-kota yang bisa dijadwalkan untuk dikunjungi ya.

4. Segala biaya untuk kebutuhan pribadi gue (transport, akomodasi, dan konsumsi) selama menjalani program ini, bakal gue bebankan ke kantong gue sendiri. Temen-temen cukup nyediain permohonan gue di point 1 & 2 tadi. Tapi kalo ada yang bersedia rumahnya gue tumpangin semalem juga nggak apa-apa. Daripada duitnya buat bayar hotel kan.. Gue bisa tidur di mana aja kok.

5. Gue mohon untuk bisa mengonfirmasi secepatnya biar bisa ditetapkan tanggalnya. I know, waktu kita udah mepet banget. Tapi kalo kita siap action, nggak ada yang mustahil. :)

6. Gue jelasin juga karena banyak yg salah paham. Gue butuh komunitas yang gue sebutin di point 1 itu sebagai panitia pelaksana dan penyedia kebutuhan-kebutuhan gue di Point 2. Kalo peserta kelasnya sih boleh individu kok~ Gak perlu punya komunitas.

7. Kalo punya band atau bisa stand up comedy, boleh loh bantu ngisi sesi hiburan biar nggak garing acaranya gara-gara belajar mulu. :D

Program ini gue jalanin atas desakan hati nurani, tanpa request maupun paksaan dari pihak manapun. So, nggak ada sponsor yang ngeback up. Jadi, gue sangat mohon bantuan dari teman-teman yang pengin melakukan kegiatan yang berguna bagi orang yang membutuhkan bersama-sama. Oiyah, taun ini kayaknya target gue keliling JABODETABEK & JABAR dulu karena pertimbangan budget yang pas-pasan, jadi gue belum ngerasa mampu untuk keliling Indonesia. Lagian tahun lalu gue udah ngejalanin di Jogja, Jateng, dan Jabar. Jadi, taun ini gue mau ngeratain wilayah lain di pulau Jawa (yang bisa dijangkau dengan alat transportasi darat) dulu. Doakan saja Tuhan kembali mempercayakan rezekiNYA kepada kita semua sehingga tahun-tahun ke depan gue bisa menjalankan program ini merata di seluruh Indonesia.

So, are you ready to be creative and useful? :)

Kalo ada pertanyaan atau saran, silakan tulis di comment box ya! Thank you so much!

P. S. : Further progress of this program will be updated again on this post.

Selasa, 17 Juni 2014

Yang Lo Rasain itu Cinta atau Apa?


Supri menghampiri Ningsih yang lagi boker di jamban lele. Dia duduk di depan pacarnya yang sedang ngeden-ngeden itu. Supri nengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada benda tajam maupun bom atom di sekitarnya.

"Ningsih.. Aku mau ngomong."

"I-Iyaaa!! A-Aaaapaaa?!" Ningsih menjawab pertanyaan Supri sambil ngeden-ngeden.

"Gini.. Aku mau kita bubaran.." Supri mengucapkan kalimat itu sambil menatap tajam-tajam mata Ningsih untuk menunjukkan keyakinannya.

"L-Loooh?! Ke-Kenapaaaahhh?!" *Plung!*

"Nggak tau, tiba-tiba persaanku ke kamu hilang gitu aja. Hambar. Jadi daripada membohongi diri sendiri, dan membohongi kamu, aku mau kita bubar aja. Maaf ya." Supri mengernyitkan dahi, dan menunjukkan ekspresi melas.

"Hmm.. Alasan bul-bullshittt!!" *Plok!* Ningsih menangkap e'eknya sendiri, lalu melemparkan ke wajah Supri. Ningsih segera cebok dengan sebotol fanta yang dia bawa, kemudian berlalu. Supri pun terjangkit penyakit kusta di wajahnya.

Mungkin sebagian dari kalian udah pernah ngalamin kejadian kayak di atas. Ntah sebagai orang yang mutusin, atau diputusin. Nah, menurut analisa gue, itu bukan alasan bullshit. Itu adalah alasan yang realistis. Perasaan bisa hilang kapan aja, apalagi kalo yang dirasain itu bukan cinta, melainkan cuma kekaguman aja.

Ha? Kagum? Maksud lo, Al?!

Oke, mending gue jelasin beberapa tipe cinta orang yang kadang nggak disadari oleh orang yang mengalami. Here they are:

Cinta Karena Kagum
Supri ketemu seorang cewek yang lagi yoga di fly over. Melihat kegemulaian tubuhnya, Supri mendadak deg-degan dan segera beribadah. Tubuh cewek itu terlihat kencang sekali. Dadanya kencang, bahkan karena kencangnya bokong cewek itu, bokongnya bisa naik hingga menyentuh punggung. Pemandangan itu membuat Supri ngiler tiga ember.

Supri pun memarkirkan mobilnya di pinggiran fly over, lalu dia berjalan sambil koprol untuk mendekati cewek itu pelan-pelan. Sesampainya di samping cewek itu, Supri pura-pura ikutan Yoga. Akhirnya, cewek itu melihat keberadaan Supri di sampingnya.

"Eh? Suka yoga juga?" Cewek itu bertanya sambil melakukan gerakan planking.

"I-Iyaaa!!" Supri menjawab sambil ngeden-ngeden karena tidak pernah melakukan planking sebelumnya.

"Oh.. Udah lama ngelakuin Yoga?"

"U-Udaaah.. Dari zaman SD."

"Wow! Mau dong, kapan-kapan diajarin. Yuk yoga bareng!"

"B-Boooleeehhh.." Supri ngeden makin kencang, seluruh badannya sudah bergetar hebat.

"Oiyah.. Namaku Ningsih, nama kamu siapa?" Ningsih berdiri dan menyodorkan tangan kanannya untuk berjabatan.

"Namaku Supri." Supri segera ikut berdiri lalu menyambut tangan Ningsih dengan penuh semangat.

Sejak hari itu, Supri membeli banyak DVD dan buku tentang Yoga. Lalu dia pelajari semuanya agar Ningsih mengira Supri benar-benar paham yoga. Meskipun di minggu pertama, seluruh tubuh Supri kram semua. Semakin lama, Supri dan Ningsih pun jadi makin sering ketemu karena mereka suka ngelakuin yoga bareng di rumah, di sawah, atau kadang di jalan tol. Sebulan kemudian, Supri dan Ningsih pun jadian. Tapi, seminggu setelah jadian Supri mutusin Ningsih karena dia merasa tidak ada yang spesial dari Ningsih. Perasaannya tiba-tiba hambar gitu aja.

"Ningsih.. Putus yuk!"

"Loh? Kenapa? Ntah kenapa, perasaanku ke kamu tiba-tiba hilang gitu aja."

"Wah.. Sama.. Ya udah, putus yuk!"

Oke.. Di kasus ini, Supri ngalamin cinta yang singkat karena cuma bermodalkan kekaguman. Cinta kayak gini, biasanya nggak bakal awet karena siklusnya bakal kayak gini:

Kagum-> Kenalan-> PDKT dengan mencoba jadi sosok sempurna agar bisa membuat gebetan terpesona-> Jadian-> Capek akting jadi sosok sempurna terus-> Sifat asli pelan-pelan keluar-> Pasangan ilfeel-> Putus.

Iya, mencintai cuma dengan modal kagum doang, tidak akan bertahan lama karena kekaguman itu bisa hilang saat kita tau sifat asli si dia. Apa sih yang bikin kita tetap kagum sama si dia? Ya semua persepsi positif kita tentang si dia lah. Biasanya persepsi positif ini tumbuh dan bertahan di masa-masa PDKT, di saat dia masih jaim juga dan bisa terlihat sempurna. Nah, pas abis jadian, si dia bakal mulai nunjukin ketidak sempurnaannya. Persepsi positif kita tentang gebetan akan bertemu dengan realita dan fakta. Kalo kita tidak bisa menolerirnya, ya udah.. Perasaan kagum itu bakal hilang gitu aja.

Salah kita di mana? Salahnya cuma di bagian kita nggak bisa ngebedain perasaan kagum sama perasaan cinta. Cinta itu harusnya nggak semudah itu pudar dan jadi hambar.

Cinta Karena Penasaran/Obsesi
Supri suka Ningsih dari zaman masih sama-sama jadi embrio. Sejak balita, Supri udah berani ngajak jadian Ningsih. Biasanya, Supri ngajak Ningsih main pengantin-pengantinan untuk memulai modusnya.

"Ningsih.. Tadi kan kita abis main pengantin-pengantinan, menurut aku kita cocok loh jadi pengantin beneran." Supri memulai modusnya.

"Maksudnya?" Ningsih yang masih polos tidak bisa menangkap kode Supri.

"Kamu mau nggak, jadi pacar aku?" Supri pun mulai blak-blakan.

"Umm.. Nggak ah.. Aku belum boleh pacaran sama mama. Kata mama, gandengan tangan sama cowok itu bisa bikin hamil. Aku belum mau hamil! Aku takut ngelahirin! Aku belum bisa nete'in anakku! Tete'ku belum tumbuh!! Huhuhuuuuu.." Ningsih menangis sesenggukan lalu berlari pulang ke rumah.

Itu adalah saat pertama Supri menembak Ningsih. Dan itu tentu bukan saat terakhir Supri nembak Ningsih. Pas SD, SMP, SMA, Supri nembakin Ningsih mulu dan nggak pernah diterima. Supri pun semakin gemes. Setiap bangun tidur, hal pertama yang Supri pikirkan adalah bagaimana cara dia menembak Ningsih hari itu, bagaimana dia bikin surprise buat Ningsih hari itu, dan bagaimana cara bawa Ningsih ke penghulu.

Sampai akhirnya, saat mereka sudah kuliah, Supri lagi-lagi nembak Ningsih. Melihat Supri yang tak pernah menyerah, Ningsih pun luluh dan ngasih kesempatan buat jadian. Ya, mereka pun pacaran. Hari itu Supri senang luar biasa karena usahanya bertahun-tahun terbayar sudah.

Tapi setelah jadian, ada banyak hal yang berubah dari kehidupan Supri. Bangun tidur, dia tak perlu memikirkan lagi hal-hal untuk membuat Ningsih cinta padanya, tiap mau tidur pun Supri tidak lagi ngomel-ngomel di kamarnya karena habis ditolak cintanya. Pelan-pelan, Supri nyadar bahwa perasaannya ke Ningsih setelah jadian malah hambar.

"Ningsih.. Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu saat mereka makan siang bersama di kantin kampus.

"Loh? Kenapa?" Ningsih terlihat agak kaget mendengar kalimat Supri itu.

"Nggak tau kenapa, perasaanku ke kamu mendadak hambar aja."

"Oh gitu.. Jadi selama ini yang kamu rasain bukan cinta ya?" Ningsih menjawab dengan tenang sambil menelan sebongkah bakpau tanpa dikunyah.

"Iya.. Kayaknya aku cuma penasaran aja."

"Tuh kan.. Itulah kenapa aku nolak kamu sejak dulu. Soalnya, target kamu sama aku itu cuma jadian, bukan mencari kebahagiaan setelah jadian. Jadi, setelah jadian, kamu nggak bakal tau lagi apa yang mau kamu lakukan."

"......."

"Ya udah, putus yuk!" Setelah mengucapkan kalimat itu, Ningsih pun pergi.

Hari itu, Supri memang putus cinta, namun tidak patah hati. Tapi dia menyadari, bahwa selama ini yang dia rasakan bukan cinta, namun cuma penasaran. Itu murni kesalahan Supri yang tak bisa membedakan rasa cinta dan penasaran. Memang banyak kok orang di luar sana yang memulai hubungan cuma dengan modal rasa penasaran. Jadinya, setelah rasa penasarannya terjawab, rasa hambar pun hinggap.

Cinta Karena Kasian
Supri jadian sama Ningsih karena Ningsih bilang, usianya cuma tinggal 3 bulan. Ningsih ngaku-ngaku kalo dia didiagnosa kena penyakit jerawat jantung. Jadinya, dia bakal meninggal saat jerawat di jantungnya pecah. Atas permintaan Ningsih, Supri pun jadian demi mengisi saat-saat terakhir hidup Ningsih dengan kebahagiaan bersamanya.

Namun 6 bulan berlalu, dan Ningsih nggak mati-mati juga. Supri pun mulai ngerasa kelelahan karena kelamaan jadian tanpa make perasaan, cuma karena kasian.

"Ningsih.."

"Iya.."

"Putus yuk!" Supri mengucapkan kalimat itu dengan nada yang mantab.

"Loh? kenapa?"

"Abis.. kamu nggak mati-mati. Dulu bilangnya kan cuma 3 bulan. Ini udah 6 bulan kita pacaran, kamu masih sehat-sehat aja."

"Ya udah.. Aku juga udah bosen kok pacaran sama kamu. Aku bakal ngegebet cowok lain dengan alasan penyakitku. Bye!" Ningsih segera melompat dari jendela mobil yang disetir Supri di jalan tol.

"....."

Lagi-lagi, perasaan yang dibangun bukan karena cinta namun karena terpaksa, pasti bakal ketemu titik jenuh juga. Titik di mana kita tidak mampu lagi mempertahankannya karena sudah capek rasanya. So, cinta karena kasian, tetaplah bukan cinta, namun iba.

Cinta Tanpa Karena
Supri sudah temenan sama Ningsih sejak masih sama-sama masih di ovarium. Mereka tumbuh bersama di lingkungan yang sama. Setiap pagi, mereka bertemu dan mengobrol di pinggir kali sambil membakar ubi. Setiap siang, mereka suka berenang bersama di danau belakang kampung. Setiap malam tiba, mereka pun ronda bersama. Mereka tidak memiliki ketertarikan yang berlebihan antara satu sama lain. Bahkan, mereka tidak pernah ngomongin soal perasaan. Justru setiap hari obrolan mereka malah hancur sehancur-hancurnya. Kadang ngegossipin pak RT yang suka bobo bareng bu RT. Kadang ngomongin soal pak hansip yang suka jogging di malam hari sambil bawa senter. Pokoknya, obrolan mereka sama sekali nggak penting, namun mereka selalu bisa ketawa bersama.

Sampai akhirnya, suatu hari saat mereka lulus SMA, mereka harus berpisah. Ningsih harus kuliah di luar kota, dan Supri tetap di kampung untuk menggarap sawah milik keluarga. Seminggu berlalu, Supri tidak punya teman lagi untuk membakar ubi, Supri tidak punya teman lagi untuk mandi di danau, dan Supri nggak punya teman ronda. Hidup Supri mendadak jadi sepi.

Ternyata, Ningsih pun merasakan hal yang sama di kota. Setiap hari Ningsih cuma sendirian saja. Dia tak punya teman untuk melakukan apa-apa. Karena tidak ada yang tertarik buat ngegossipin pak RT dan bu RT bareng dia. Lama-lama, kesepian pun mulai menyiksa mereka. Mereka jadi sering sakit karena tidak mau makan lagi tanpa satu sama lain, tidak mau mandi lagi tanpa satu sama lain, tidak mau ngobrol lagi tanpa satu sama lain. Hingga akhirnya, Ningsih memaksakan diri untuk pulang ke kampung dan bertemu Supri.

Saat mereka bertemu kembali, ada rona bahagia berpijar di keempat mata mereka. Mereka berdua seperti orang dehidrasi yang bertemu air dingin, orang yang ngantuk berat dan melihat kasur, atau seperti pengidap penyakit flu yang bertemu inhealer. Ya, akhirnya mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan satu sama lain, melebihi dari kebutuhan mereka kepada siapapun di dunia. Mereka pun mulai menyadari kalau mereka saling jatuh cinta, bukan karena apa-apa, tapi saling membutuhkan aja.

Cinta tanpa karena, tipe cinta ini biasanya menciptakan hubungan yang awet. Soalnya, cinta yang ini tidak dibuat-buat dengan alasan-alasan tertentu kayak cinta-cinta yang ada di point 1 sampai 3 di atas. Bukan pula cinta yang diciptakan secara sengaja. Bukan cinta yang dibuat seolah-olah sempurna. Bukan cinta yang dicocok-cocokin kepribadiannya.

Cinta tipe ini tercipta oleh kuantitas dan kualitas kebersamaan yang sudah diuji.

Sering barengan-> Menciptakan kebiasaan barengan-> Kebiasaan pun menciptakan kebutuhan. 

Sehingga, mindset pasangan di sini bukanlah orang yang bisa menciptakan kekaguman, bukan orang yang bisa bikin penasaran, dan bukan juga orang yang bisa bikin kasian. Pasangan di hubungan ini ada karena terciptanya sebuah kebutuhan. Kebutuhan untuk selalu bersamanya, kebutuhan untuk selalu melengkapi hari-hari bersamanya, kebutuhan untuk selalu mengobrol bersamanya. Nah, kebutuhan itu tercipta karena kecocokan. Bukan kita yang mencocok-cocokan diri dengan pasangan, melainkan waktu yang pelan-pelan menunjukkan banyaknya kecocokan kita bahkan di saat kita tidak menyadari ada banyak kecocokan di sana.

Eh, Al.. Kalo udah lama bareng, ngerasa saling butuh, tapi nggak ditembak gimana? Kan sakit!!

Jawaban dari pertanyaan lo itu, klik link ini: Pacaran kudu nembak? Penting?!

Wah.. uadh pajnang bagnet gue ngetik. Tuh apme typo-typo kan. Udah dulu ya tulisan gue hari ini. Semoga bisa ngasih pencerahan buat kalian yang sedang mencinta, habis putus cinta, atau lagi mau mengatasnamakan cinta untuk alasan lainnya.

This is the end of the post. Kalo kalian mau sharing pengalaman tentang tipe-tipe cinta yang pernah gue bahas di sini, atau mau bertanya soal tipe cinta yang sedang lo jalani, share aja di comment box ya! Dadaaahh!!

Sabtu, 14 Juni 2014

Tip Mengisi Liburan di Rumah

Liburan ke obyek wisata? Bosen.
Jalan-jalan ke luar negeri? Gak ada duit.
Jalan sama pacar? Pacar lagi jalan sama pacarnya.

Gue pernah ngalamin kegalauan semacam itu waktu gue libur sekolah dulu. Dan mungkin lo juga mengalami hal yang sama. Bingung mau ke mana saat libur pergantian taun pelajaran atau libur sepanjang Ramadhan tiba. Tapi tenang, hari ini gue bakal ngeshare beberapa cara mengisi liburan agar tidak garing dan mungkin bisa membuat liburan lo lebih bermanfaat.

Liburan itu nggak harus selalu diisi dengan jalan-jalan kok. Ada banyak cara lebih praktis untuk menikmati liburan. Misalnya beribadah, berolahraga, atau jihad.

Oke.. Oke.. Mari kita ngomong serius. Berikut adalah beberapa cara yang bisa gue saranin buat mengisi liburan di rumah aja:

Nulis
Sudah pasti gue bakal ngerekomendasiin kegiatan ini ke elo, terutama yang pengin jadi penulis. Kenapa pas liburan itu waktunya bisa dipake buat nulis? Ada banyak keuntungannya, lo gak bakal bisa ngeles terlalu sibuk buat nulis lagi. Lo punya banyak waktu buat nulis, dan lo nggak punya alasan untuk meninggalkan tulisan lo lagi.

Kalo lo emang mau ngisi liburan buat nulis, gue kasih contoh cara bikin target agar naskah buku lo bisa kelar selama liburan. Misal lo libur sebulan, habiskan minggu pertama buat bikin premis dan outline. Apa itu premis dan outline? Bisa cek di SINI.

Kelar bikin premis dan outline, tugas kalian tinggal mengisi konten tulisan. Targetin buat nyelesaiin 1 bab per hari deh. Nggak susah kok. Lo nggak bakal ngalamin stuck dalam penulisan konten karena semua sudah ada di outline yang udah lo bikin sebelumnya. So, dengan sisa waktu dua minggu itu, gue jamin naskah buku lo udah siap.

Tapi Al, bukankah kalo baru ditulis sekali, naskahnya nggak bakal bagus ya? 

Iya, tulisan pertama itu akan selalu jelek. Tapi bukankah tulisan jelek itu lebih baik daripada tulisan yang nggak ada sama sekali? Tulisan yang jelek bisa diedit, kalo tulisan yang nggak ada, bisa diapain? Nah.. Dengan udah memiliki tulisan jelek, gunakan seminggu terakhir dari liburan lo itu buat baca ulang dan tulis ulang naskah lo. Ya, masuk ke proses self-editing di minggu ke empat ini. So, in the end of your holiday, you'll have a book draft which is ready to be sent to the publisher. :)

Renovasi Kamar
Setidaknya setengah dari waktu lo setiap hari, lo habisin di kamar, karena separuhnya lagi bakal lo abisin di sekolah kan? Nah, karena liburan tiba, mungkin lo bakal lebih banyak ngabisin waktu di kamar. Terus, biar lo bisa lebih pewe buat mager di kamar, gue rekomendasiin sebaiknya lo renovasi kamar lo biar makin nyaman buat ditempati. Kalo kamar udah nyaman buat ditempati, saat pacar main, mungkin dia bakal mau nginep setahun.

Buat benerin kamar, bisa dimulai dari beli sprei dan bed cover baru, sehingga lo bisa lebih enak buat tiduran lama-lama di kasur. Beli juga kursi malas buat duduk di kamar dan menikmati fasilitas yang ada. Pokoknya, tanamkan dalam diri, kamar lo adalah surga lo. Lo boleh mengubah bentuknya jadi gimana aja biar lo bisa ngerasa nyaman di dalamnya. Mau klosetnya mau lo pindahin tepat di depan layar TV juga bebas.

Ini contoh kamar gue yang udah gue renovasi sesuai kemauan gue biar gue pewe:

Percuma kamar bersih dan rapi kalo selalu ditinggali sendiri.

Atau cuma diisi cowok-cowok.

Beli beberapa pelengkap hiburan selama di kamar. Kalo gue, biasanya beli buku atau komik sebanyak-banyaknya sebelum menjelang liburan. Yang penting jangan beli jenglot. Malah bikin susah tidur.

Kalo lo gak suka baca, lo nggak mungkin nggak suka film juga. So, sebelum liburan tiba, boleh siapin stock film yang banyak buat ditonton secara maraton. Gue juga suka nonton film secara maraton. Kenapa? Karena kalo dulu kita nonton film-film trilogy gitu, jarak rilis antara filmnya rata-rata 1 taun untuk tiap serinya. Biasanya karena sudah terlalu lama nonton seri sebelumnya, pas liat seri berikutnya, rasanya udah beda. Nah, kalo gue beli 3 film trilogy sekaligus dan gue tonton secara maraton, feel dari film pertama sampai yang ketiga masih dapet banget, dan ceritanya bakal jadi lebih hidup.

Beberapa film yang gue rekomendasiin buat ditonton secara maraton:

- Batman The Dark Knight
- Ironman 1-3, Thor, Avengers
- Pirates of the Carribean
- Friday the 13th (12 seri)
- Chucky 1-3
- (ntar diupdate lagi deh.)

Jualan
Nah, saat Ramadhan tiba, biasanya hidangan ta'jil itu jadi item yang sangat dicari oleh orang-orang yang sedang berpuasa. Kalo lo cukup peka dan nggak mau liburan lo sia-sia, lo bakal memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Lo bisa jualan hidangan ta'jil juga kayak: Kolak, Es buah, Gorengan, atau, pacar buat menemani orang berbuka puasa.

Nah, kalo kalian tekun jualan ta'jil selama ramadhan, misal sehari bisa dapet untung 20 ribu, pas lebaran lo bisa dapet duit 600 ribu. Bisa buat beli baju baru, celana baru, dan ngelamar pacar.

Berkreasi sama teman-teman
Ini bagian favorit gue buat ngisi liburan. Biasanya, kalo punya teman yang bisa diajak kompakan buat bikin sesuatu yang seru, gue bakal ngegunain momen liburan buat bikin sesuatu. Misal, bikin rumah pohon, bikin meja tenis, atau, bikin anak.

Tapi yang paling sering gue lakuin bareng teman-teman gue waktu libur adalah bikin video-video yang lucu atau bermanfaat. Biasanya tujuannya buat ikutan kontes gitu, biar kalo menang, duitnya bisa dipake jajan bareng. Karena diem-diem, gue itu bounty-hunter alias banci kuis yang suka hunting hadiah-hadiah dari kuis. MUAHAHAHAHA!

Contohnya video ini:



Itu adalah video jadul yang gue bikin bareng teman-teman buat ikutan kompetisi video 10 detik. Dari 7000an peserta, alhamdulillah gue bisa masuk final 10 besar, dan..... kalah.

Tapi gue nggak nyerah, kali ini gue bakal ikut kompetisi film pendek lagi! Kalian mau ikut juga? Hayuk, silakan lawan gue! Kali ini gue bakal ikut kompetisi film pendek yang diadain oleh FIF Group. Jadi, untuk memperingati ulang tahun FIF Group yang ke 25, mereka mengadakan kompetisi film pendek dengan tema "Better Life, Better Future".


Nah, jangan minder buat ikutan lomba ini saat nggak punya peralatan komplit buat syuting atau gimana. Lomba film pendek dari FIF Group ini MEMBEBASKAN kalian buat bikin film pake device apa aja. Pake kamera hape juga boleh, yang penting hasilnya bisa ditonton dan dinikmati. Percuma juga pake kamera mahal kalo nggak bisa make dan gambarnya cuma zoom-in lobang hidung doang.

So, pede aja yuk ikutan lomba film pendek ini. Hadiahnya banyak banget loh!!

Juara pertama dapet duit Rp. 20 juta.
Juara kedua dapet duit Rp. 15 juta.
Juara ketiga dapet duit Rp. 7,5 juta.
Most share winner dapet duit Rp. 1 juta.
Dan ada banyak merchandise lain sebagai hadiah hiburan buat peserta favorit.

Untuk info lebih lanjut, silakan cek link INI.

Tuh, kesempatan menangnya banyak banget kan?! Tunggu apa lagi, buruan ajak temen-teman lo yang kreatif buat bikin film bareng, itung-itung belajar buat bikin film, sekaligus ngisi liburan. Hasil film yang lo bikin ntar bisa juga lo pamerin ke teman-teman pas udah mulai sekolah lagi nanti.

Yap, this is the end of the post. Kalo kalian ada pertanyaan soal lomba film pendek ini, atau mau ngeshare soal cara kalian mengisi liburan juga, silakan tulis di comment box ya! :D