Kamis, 07 April 2016

Esensi Dari Mencintai


Kadang kita dihadapkan dengan pertanyaan dan pendapat dari lingkungan:

"Kok kamu mau sih sama dia?"
"You deserve better.."
"Kamu tuh gak bakal bahagia sama dia."
"You're nothing to him."

Lalu kita terpengaruh, lalu kita menyerah memperjuangkan perasaan kita kepada orang yang dicinta. Kita merasa, benar juga pendapat mereka. Lalu langkah kita untuk mundur, didukung oleh mereka dengan suka cita.

Namun, kita lupa esensi dari mencintai. Bukan mereka yang merasakan, bukan mereka yang menjalani. Jadi, bukan mereka yang berhak memutuskan yang terbaik untuk dijalani. Esensi dari mencinta adalah untuk merasa bahagia, bukan untuk terlihat bahagia. Memperjuangkan hati si dia, bukan hati lingkungan kita. Menikmati pengorbanan, bukan memaksakan pengorbanan.

Orang yang beneran mencinta, saat berjuang untuk orang yang tak bisa termiliki pun bisa tetap merasa bahagia. Orang yang tak benar-benar mencinta, akan kebanyakan mikir untung-ruginya, mungkin-tidaknya, matematis dan logika.

Alogaritma cinta itu unik. Kita gak bisa compare apple to apple untuk menciptakan pasangan yang harmonis & bahagia. Dua orang dengan kesetaraan level IQ & EQ, apakah menjamin langgengnya hubungan mereka? Tidak.

Orang yang lebih cerdas, kaya, cakep, banyak. Tapi apakah level kecerdasan, kekayaan, dan kecakepan setinggi itu yang selalu cocok untuk kita? Tidak.

Justru kadang kita merasa lebih nyaman dengan orang yang nggak lebih cerdas, karena kesamaan kecerdasan kadang malah membuat kita sering berdebat. Kita kadang lebih nyaman dengan orang yang hidupnya gak begitu mentereng, karena mungkin kita akan kewalahan sendiri mengikuti gaya hidupnya. Dan kadang kita lebih suka sama orang yang gak cakep-cakep amat, karena tampangnya nggak bikin insecure bakal ditaksir orang lain. 

Nah, kalo udah ngerti hal-hal semacam itu, artinya kita sudah tau yang kita butuhkan. Akan selalu ada orang yang lebih ini-itu di luar sana, tapi belum tentu mereka bisa jadi pasangan yang lebih baik dari yang kita cinta. Kadang, segala kelebihan mereka, hanya akan jadi bahan ketertarikan sesaat saja.

Mencintai berdasarkan kebutuhan itu lebih indah. Sedangkan mencintai berdasarkan kemauan itu bakal penuh tekanan, apalagi kalo mencintai berdasarkan kemauan orang lain. Segala yang kita lakukan, akan berdasarkan penilaian orang lain. Ngapain?

Mending kita mencintai orang yang kita butuhkan, dibanding mencintai orang yang kita mau. Kita bisa bosan dengan apa yg kita mau, tapi kita gak akan lepas dari orang yang kita butuh. Jadi.. Silakan mencintai siapapun, yang penting kamu bahagia dan nyaman. Jangan biarkan pendapat lingkungan, menjadi sebuah sandungan. Yang penting kamu mampu mengecap kebahagiaan.

Lebih baik patah hati karena pilihan sendiri, daripada patah hati kepada orang yang bahkan tak benar-benar kita kehendaki. Dan lebih seru lagi, kalo kita bisa mencintai orang yang kita pilih sendiri, daripada memiliki orang yang tak kita cintai.

Mencintalah sampai kamu dianggap bodoh. Cinta itu tanpa logika, semakin kamu jatuh cinta, kamu akan semakin terlihat gila. Biarkan orang lain menganggapmu tak punya malu, asal orang yang kamu cinta bisa kamu buat terharu. Karena cinta akan menciptakan refleksi pada diri sendiri. Rasa yang kamu ciptakan untuk si dia, nantinya rasa itu akan kembali kepada dirimu juga. 

Jangan kamu tanggung beban atas ambisi orang lain. Biarkan otak mereka mengomentari cara kerja hatimu. Seperti manusia yang mengecam hujan, di saat yang sama, mereka tak sadar bahwa air adalah sebuah kebutuhan.

Have a good day!

Rabu, 09 Maret 2016

Apakah Bilang Cinta itu Berarti Nembak?



Waktu STM, gue suka ama seorang wanita. Setiap hari kami bertemu di kantin. Sambil makan siang, kita sering ngobrol, berbagi banyak hal, dan canda tawa. Gue berbagi tentang pelajaran-pelajaran yang susah. Dia berbagi tentang berapa banyak murid yang dia cukur paksa rambutnya di ruang BP.

Segala keramahan dia, membuat gue merasa nyaman untuk bersamanya. Kebaikan dia juga satu hal yang menambah kekaguman. Kadang gue kalo balik sekolah jalan kaki, dia tawarin tebengan dengan sepedanya. Dia yang boncengin gue. Gue duduk bonceng sambil makan es krim. Sampai akhirnya, setahun kami dekat, di dada gue ada rasa yang membuncah-buncah. Gue merasa berdekatan dengannya adalah candu, sedangkan jauh darinya adalah bibit rindu. Iya, gue nyadar bahwa gue jatuh cinta kepadanya.

Pagi itu, gue beranikan diri untuk sengaja make celana jeans dan kaos oblong ke sekolah. Biar gue dipanggil ke ruang BP dan bertemu dia. Rencana itu berhasil, dan di ruangan itu akhirnya kami hanya berdua. Setelah panjang lebar dia menasehati tentang pelanggaran tata tertib sekolah, dia terdiam dan terlihat kecewa. Namun, dengan segala usaha, gue coba bikin dia ketawa. Dan akhirnya berhasil juga. Gue kembali melihat sebuah senyum indah, berkat kolaborasi gigi yang rapih dan bibir tipis yang ranum itu. Saat dia tertawa terlalu kencang, gue tempelkan jari telunjuk gue ke bibirnya. "Sssh.."

Tawanya terhenti, suasana mendadak hening sekali, sesaat terdengar suara jam dinding berdetak. Dia lalu merapihkan rambutnya yang sudah sedikit beruban itu dengan rasa canggung. Di saat itu, gue bilang, "Kamu tau kenapa aku suka membuatmu tertawa?"

Dia hanya menggeleng sambil menyembunyikan rasa malu. Gue melanjutkan omongan gue, "Karena membahagiakanmu adalah hal yang bisa membuatku merasa berguna. Sehingga, hal itu membuat aku bahagia juga."

Dia termenung. Gue lanjutin omongan gue lagi, "Mungkin ini terdengar bodoh, tapi aku hanya ingin kamu mengerti. Aku mencintaimu, sejak pertama kali kamu menawariku untuk duduk berdua di kantin dan makan bersamamu. Kesederhanaan dan keramahanmu, meluluhkan hatiku yang sempat membatu."

Yap! Gue akhirnya meluapkan semua isi hati yang sudah lama gue pikul sendiri. Dan apakah dia senang mendengarnya? Gue nggak tau. Tapi sejak hari itu, dia tak pernah makan di kantin lagi. Dia nggak pernah ngajak gue ngobrol lagi. Dan setiap pulang sekolah, dia naik Jet Pribadi, agar tidak berpapasan sama gue yang jalan kaki.

Iya, dia menghindar setelah gue mengakui bahwa gue mencintainya. Gue kecewa, ternyata sifatnya tak sedewasa umurnya. Oh.. Bu Ningsih.

***

Cerita di atas, bikin gue pengin berbagi sesuatu ke kalian. Iya, tentang ungkapan cinta dan konsekuensinya.

Jadi, menurut pemahaman gue, ungkapan cinta itu NGGAK SELALU berarti nembak. Itulah kenapa, gue suka heran kok ada aja orang yang cinta, tapi nggak berani mengakuinya. Ada yang takut ditolak, ada yang takut jadi berjarak. Padahal  sekali lagi, bilang cinta, bukan berarti nembak. Bilang "aku cinta kamu", bukan berarti "kamu mau jadi pacarku nggak?"
Karena itu pengakuan atas sebuah rasa, bukan ekspresi atas sebuah asa.

Yang lebih nyebelin lagi adalah oknum-oknum yang tukang ge'er. Gara-gara ada orang yang nggak dia suka bilang cinta ke dia, lalu dia ngabur gitu aja. Oknum-oknum yang kayak gini yang bikin orang jatuh cinta, memilih untuk diam saja.

Mari kita berpikir secara lebih dewasa. Coba kita ubah sudut pandang kita mengenai orang yang mengucapkan kata cinta. Jangan anggap sebuah ungkapan cinta itu sebagai tembakan, tapi sebuah pujian.

Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia melihat hal-hal yang menarik dari elo. Itu pujian.
Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia menilai elo bisa membuat dia nyaman. Itu pujian.
Kenapa dia cinta ke elo? Pasti dia berpikir elo spesial. Itu pujian.

Nah, dari fakta-fakta di atas, bagian manakah dari ungkapan cinta yang membuat lo tersinggung? Gak ada. Lalu kenapa lo harus menghindar kalo orang yang gak lo suka memberi sebuah pujian ke elo? Jangan jadi makhluk yang sok terlalu berharga, di mana cuma mau menerima pujian dari orang yang elo suka aja.

Cinta itu adalah anugerah Tuhan yang nggak bisa diatur oleh pikiran. Kalo ada orang yang cinta, itu bukan manusia yang menghendaki. Hatinya yang terjatuh sendiri. Dia jatuh cinta kepada orang yang kadang tak dia duga. Dan buat lo yang belum pernah jatuh cinta, gue kasih tau: Cinta itu bisa jadi beban di hati, kalo belum pernah diakui. Itulah kenapa, orang yang jatuh cinta, cenderung ingin mengungkapkan perasaannya. Bukan.. Bukan untuk memilikimu, tapi cuma ingin merasa lega aja dulu.

Nah, terus gimana kalo abis ada orang yang bilang cinta ke kita?

Ya ucapin makasih aja. Gak ada tendensi untuk bilang "aku juga cinta" atau "maaf, aku gak merasakan hal yang serupa" kok.

Setiap orang berhak untuk mencintai, lalu mengakui. Nah, untuk urusan memiliki, baru butuh sebuah kesepakatan. Lalu bagaimana agar kesepakatan itu terwujud? Ya kalian berdua harus punya perasaan serupa. Kalo tidak ada perasaan serupa? Ya lanjutkan hidup, tanpa perlu terbebani oleh ungkapan cintanya. Anggap saja itu sebuah pujian yang bisa kamu terima, tanpa perlu respon spesial juga.

Gue kasih tau serunya kalo ada orang yang ngungkapin cintanya. Nikmati aja.. Biarkan dia membuktikan apa yang dia ucapkan, dengan perbuatan yang nyata. Tanpa perlu lo minta. Kalo emang dia cinta, dia akan terus berjuang ke depannya. Tapi kalo cintanya di bibir saja, nanti dia juga akan lelah dan bosan berjuang. Wajar.. (Baca: Kadang orang juga salah mengartikan perasaannya.) Orang yang beneran cinta, tak akan lelah untuk berjuang, karena kebahagiaan orang yang dicinta, merupakan sumber energinya.

Lalu, apakah kita harus terus membiarkan orang yang kita cinta itu terus berjuang? Di saat segala perjuangannya benar-benar tak bisa membuat hati kita luluh?

Jawaban gue, iya.. Kalo dia berjuang untuk selalu membahagiakan kita. Jangan ditolak kebaikan-kebaikannya. Tapi, kalo dia meminta kita untuk menjadi miliknya, di saat kita gak merasa cinta, silakan tolak dia, dan minta dia berhenti saja. Toh, dia harus sadar bahwa MENCINTAI dan MEMILIKI adalah dua misi yang berbeda. Mencintai adalah ekspresi hati, sedangkan memiliki adalah ekspektasi ego.

Cinta memang tak bisa dipaksakan. Tak bisa dipaksakan untuk mati, dan tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Jangan menerima dia cuma karena kasihan saja. Karena, nantinya lo akan menyakitinya juga, dengan perasaan palsu yang lo berikan ke dia.

"Bang.. Kalo nanti aku baikin dia padahal aku gak suka, nanti aku dicap tukang PHP gimana?"

Jangan takut. Orang-orang yang suka nuduh lo PHP di saat dia gagal memiliki elo, itu bukan salah elo. Itu salah mereka,  yang berharap untuk memiliki elo. Sehingga, saat mereka gagal memiliki elo, mereka kecewa ke elo. Lalu nuduh elo jahat, karena tak bisa menerima mereka setelah sekian banyak perjuangan yang mereka kasih. (Baca: Dia PHP, atau Lo Yang Ngarep?)

Biarin aja orang kayak gitu pergi, dengan apapun yang mereka pikirkan tentang lo untuk menghibur diri. Salah sendiri selalu mencoba untuk ngasih, tapi berakhir dengan pamrih.

Oke.. This is the end of the post. Semoga mencerahkan. Bagi yang jatuh cinta, jangan takut buat mengakui. Bagi yang abis dikasih ucapan cinta, jangan buru-buru menjauhi.

Btw, lo pernah bilang cinta terus dijauhi juga? Share dong ceritanya!


Minggu, 06 Maret 2016

Alasan-alasan Paling Menyakitkan Buat Putus


Sepanjang karier gue berasmara, gue udah sering sekali patah hati. Dan sebagian besar dari patah hati itu, adalah patah hati di saat gue belum sempat memiliki. Tapi begitulah cinta. Kadang dia datang di saat tak terduga, lalu melukai hati di saat kita terlena. Itulah kenapa, sekarang gue milih untuk berwira-asmara. Iya, berusaha mencintai diri sendiri.

Di postingan ini, gue mau berbagi beberapa pengalaman gue patah hati karena diputusin pacar, maupun calon pacar. Gue bakal bahas 5 alasan putus paling menyakitkan dalam sejarah gue berasmara. Semoga, lo nggak ngalamin juga.

Kita Tuh Nggak Pernah Cocok
Dulu gue suka bawain makanan favorit pacar gue setiap kali gue balik liputan. Hal itu sengaja gue lakuin, biar pacar gue selalu nungguin kedatangan gue. Suatu sore yang cerah, gue dateng ke rumah pacar sambil bawa Bakso urat favorit dia. Namun tak seperti biasanya, bakso itu tidak dia terima secara antusias. Dia hanya diam, meletakkan bakso itu di meja, tanpa dibuka kemasannya.

Melihat gelagat aneh itu, gue langsung bingung.
"Kamu kenapa?"

"Gapapa." Jawab pacar gue singkat, padat, dan jutek.

"Kok baksonya gak dimakan?"

"Gak laper."

Mendengar jawaban pacar gue itu, gue gak langsung percaya gitu aja.

"Tumben.. Kenapa sih? Lagi sakit, ya?" Sambil bertanya, gue pake helm gue, lalu berjalan menuju ke motor sambil bilang, "aku beliin obat dulu ya."

Belum juga dua langkah gue berjalan, pacar gue manggil, "aku mau putus."

Kalimat barusan membuat gue serasa diserang stroke di siang bolong. Kaki lemas, badan terasa dingin, dan bibir miring sebelah.

"Ha? Putus? Salahku apa?"

"Bukan salahmu kok. Kamu gak ada salah apa-apa." Jawab pacar gue sambil menaikkan salah satu kakinya ke kursi, dan menggigit-gigit tusuk gigi.

"Kalo aku gak salah, kenapa kamu minta putus?" Gue lepas helm, gue kibas-kibasin rambut secara slow-motion, sambil menatap matanya dalam-dalam.

"Aku ngerasa, kita tuh nggak pernah cocok."

***
Yes.. Absolutely, itu adalah alasan yang bullshit sekaligus menyakitkan.

KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA BARU NGERASA NGGAK NYAMAN SETELAH SETAHUN PACARAN?
KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA PERNAH SALING MEMBAHAGIAKAN?
KALO NGGAK PERNAH COCOK, KENAPA LEONARDO DICAPRIO DAPET PIALA OSCAR?!
Oke.. Maaf, kelepasan.

Maksud gue, manusia di bumi ini karakternya unik-unik banget. Berkat kemampuan Tuhan yang maha kreatif, kita semua punya kombinasi karakter, kecerdasan, ego, yang beda-beda levelnya. Sehingga, nggak bakal ada 2 manusia yang persis kecocokannya. Akan selalu ada bagian dari karakternya yang berseberangan. Nah, di situlah gunanya cinta, menyeimbangkan semua. Mengikis ego, sehingga tidak keras kepala, menurunkan kecerdasan, sehingga setara dengan pasangannya, menambah kesabaran, sehingga pasangan jadi lebih nyaman.

Dengan hilangnya rasa cinta, segala toleransi itu akan hilang begitu saja. Lalu, baru deh merasa bahwa si dia bukanlah orang yang cocok. Tapi kadang manusia terlalu gengsi untuk menyatakan cinta, maupun menyatakan bahwa cintanya sudah hilang begitu saja. Sehingga mereka membuat-buat alasan yang terkesan tidak begitu egosentris, tidak melankolis, dan sok logis, tapi bego. Diputusin dengan alasan kayak gini, emang menyakitkan. Tapi begitu kita sadar ini cuma alasan yang dibuat-buat, niscaya kita akan cepat move on, coz we realise that they're not worth it.

Bosan
Diputusin dengan alasan "bosan", memang menyakitkan. Dulu, waktu gue diputusin dengan alasan ini, gue langsung kepikiran, "jangan2, gue yg membosankan?"

Berkat diputusin dengan alasan semacam itu, gue pun sempat mencoba untuk selalu berinovasi agar tidak membosankan. Sehingga, setiap kali gue PDKT, gue selalu bawa konsol game, mesin dingdong, dan meja billiard buat dimainin bareng gebetan.

Tapi memang, diputusin dengan alasan bosan, menyisakan luka psikologis yang cukup dalam di diri kita. Kita akan kehilangan kepercayaan diri, kita akan merasa rendah diri, dan bagi yang mentalnya nggak kuat, mungkin akan jadi kapok mencintai lagi.


Siapa yang bisa berjuang demi cinta, saat dia kehilangan kepercayaandirinya? Saat dia dihantui kalimat "kamu tuh membosankan!" dalam batinnya. Wahai orang-orang yang merasa bosan dengan pasangan, coba baca artikel ini. Kebosanan dengan pasangan, jangan lo turutin. Kalo lo turutin, maka sampe alam baka juga lo gak bakal nemuin pasangan yang awet.

Dijodohkan/Tak Direstui
Bayangin sedihnya, udah jalan bertahun-tahun bersama, melakukan hal-hal seru berdua, tumbuh bersama, dewasa berdua, lalu harus berpisah karena pilihan orang tua.

Iya, gue pernah mengalaminya. Memang sakitnya luar biasa, terpaksa berpisah saat kita masih saling mencintai. Terpaksa membunuh perasaan yang berdua kita pelihara selama ini. Rasanya tuh kayak dipaksa ngebunuh dedek bayi yang masih imut dan gak berdosa. Susah buat tega.

Itulah kenapa, alasan "tak direstui" masuk ke dalam daftar ini. Siapa yang tak kesakitan, bila harus dipisahkan dengan orang yang selalu jadi kebutuhan? Siapa yang tak tersiksa, di saat paru-parunya, tak boleh lagi menghirup udara? But this bitter truth is still around. You've gotta'be ready.

Ternyata Aku Gak Bisa Ngelupain Dia
Gue pernah ngedeketin cewek, berbulan-bulan lamanya untuk membuat dia kembali ceria, sejak dia putus cinta. Segala upaya udah gue lakuin, agarmantannya bisa dilupain. Sampai akhirnya, gue bisa membuat dia tertawa. Itu adalah hari yang cerah rasanya. Meski tak ada matahari, tapi tawanya memberi kehangatan tersendiri.

Hari demi hari kami lewati bersama. Gue jadi semakin sering mendengar tawanya. Dan tawanya itu semacam mengandung zat adiktif, sehingga gue kecanduan untuk terus membuatnya ketawa. Sampai akhirnya, tawa itu hilang kembali, saat mantan cewek itu menghubunginya lagi.

Tuh cewek minta gue buat mundur, dengan alasan hatinya masih tertinggal bersama mantannya. Dan segala upaya gue untuk membuat dia tertawa, sia-sia. Di titik itu gue nyadar, sering membuat dia ketawa belum tentu berarti bisa membuat si dia bahagia. Fakta ini memang menyakitkan, tapi hati juga tak bisa dipaksakan.

Tanpa Alasan
Poin terakhir ini adalah yang paling kampret dibanding alasan-alasan putus di atas. Pernah nggak, suatu hari pacar lo tiba-tiba ngilang? Susah dihubungi, dan gak bisa dicari? Padahal, sehari sebelumnya, kalian masih bahagia bersama. Padahal, kemarin dia masih bilang cinta. Padahal, sebelum tidur dia masih sempat menyapa.

Ditinggalkan tanpa alasan, biasanya membuat orang sangat susah untuk move on. Karena si korban, akan selalu disiksa oleh rasa penasaran.

"Aku salah apa ya?"
"Aku kurang apa ke dia ya?"
"Masa punyaku terlalu kecil sih? Enggak ah.."

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan selalu mengganggu pikiran. Sehingga, otomatis si kampret yang tiba-tiba kabur itu pun selalu ada dalam ingatan. Iya, disiksa oleh rasa penasaran, kadang lebih menyakitkan dibanding disiksa oleh penyesalan.

Nah, untuk lo-lo yang berniat untuk berpisah dengan pasangan, tolonglah jangan gunakan alasan-alasan semenyakitkan itu. Berpisah doang pun sudah sangat menyakitkan. Jangan ditambah dengan alasan-alasan yang bisa membunuh mantan pelan-pelan.

Tapi alasan putus yang menyakitkan namun jujur ini masih kalah ganas sama alasan putus yang dibuat-buat, seperti "Kamu tuh terlalu baik buat aku". Gue gemes sama orang-orang yang make alasan aneh-aneh buat putus. Gue yakin, mereka takut dianggap jahat saat harus mengakui bahwa perasaannya ke pasangan sudah tidak ada. Padahal kebohongan maupun diamnya mereka untuk memutuskan pasangannya, malah lebih bejat rasanya. Tapi mereka mana peduli! Iya, tanpa cinta, memang tinggal ego yang berbicara. 

Kalo lo, paling sakit pas diputusin dengan alasan apa?

Kamis, 04 Februari 2016

Jika Orang Sedang Jatuh Cinta

Ngomongin tentang jatuh cinta, mungkin susah buat dipahami oleh orang-orang yang sedang tidak merasakannya. Tapi dari apa yang pernah gue alami, jatuh cinta itu ajaib. Hari ini gue mau nulis tentang jatuh cinta, agar orang-orang yang sudah lama tak mengalaminya, tidak lupa rasanya. Gue percaya, kadang ada beberapa orang yang perlu didorong dulu, agar terjatuh dalam cinta.

image by: gizmodo

Jatuh cinta itu bisa mengubah kita
Tanpa kita sadari, saat kita naksir sama seseorang, kita akan berubah. Berubah menjadi tipe orang yang disukai oleh gebetan. Misal, kalo kita biasanya nggak doyan brokoli, saat gebetan masakin brokoli, mendadak kita jadi suka makan brokoli, jus brokoli, atau bahkan rujak brokoli. Mendadak kita merasa, Brokoli adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Jatuh cinta bisa mengubah pribadi kita tanpa kita sadari, karena kita bisa dengan senang hati melakukan hal-hal yang dulunya kita benci. Jatuh cinta bisa membuat kita yang benci dengan omelan, menjadi rindu bila sehari saja tak mendengarkan ocehan. Cinta bisa pelan-pelan mengubah kita menjadi pribadi yang berbeda. Iya, jatuh cinta bisa membuat kita menjadi manusia yang munafik. Mendorong kita melakukan sesuatu yang dulunya kita tidak mau.

Jatuh cinta itu tak peduli dengan dunia
Orang yang sedang jatuh cinta tak akan peduli dengan kata orang. Orang mau bilang pasangan itu alay, orang mau bilang pasangan itu norak, orang mau bilang pasangan itu haram, mereka tak akan peduli. Karena mereka hanya peduli dengan satu hal: bahagia. Iya, selama mereka bahagia berdua, mereka tak akan terpengaruh dengan ucapan dunia. Itulah kenapa, kadang orang yang sedang jatuh cinta cenderung menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena mereka mendadak jadi keras kepala kepada teman-temannya, namun lunak hati kepada pasangannya.

Orang yang jatuh cinta, setiap hari isi otaknya cuma si dia. Setiap saat pengin menyapa. Setiap saat pengin menghubunginya. Karena menurut orang yang sedang jatuh cinta, nggak ada orang lain di dunia yang bisa menghilangkan kesepian di hatinya, kecuali orang yang dia cinta. Dia akan dengan bangga mengumumkan kepada dunia, siapa orang yang dia cinta, walaupun belum tentu orang itu jatuh cinta juga kepadanya.

Jatuh cinta itu menghapus kecerdasan
Gue percaya, orang yang benar-benar jatuh cinta tak akan bisa menggunakan logika. Akan banyak hal bodoh yang dia lakukan tanpa kesengajaan. Kadang, hal itu terjadi karena tekanan diri untuk selalu terlihat sempurna, hingga akhirnya malah kacau jadinya. Misal, pengin ngedate di bioskop doang, pake stelan jas dan sepatu pantofel. Dia berpikir, dengan pakaian semacam itu, dia akan terlihat sempurna. Tapi pada kenyataannya, itu adalah keputusan bodoh untuk memakai pakaian formal di lingkungan kasual.

Jatuh cinta yang telak, bisa meningkatkan kadar kebodohan pelakunya. Biasanya karena orang yang jatuh cinta itu akan terlalu gugup saat bertemu orang yang dicinta. Di situlah kebodohan menguasai kepalanya. Kadang, dalam hati pengin bilang, "Kamulah wanita tercantik di dunia."

Yang muncul di bibir adalah, "Kamu hebat ya, bisa makan pake tangan."

Tapi itulah cinta.. Kalo belum bisa membuat kita kehilangan isi otak, artinya  kita belum jatuh cinta dengan telak.

Jatuh cinta itu bisa mengajak berbuat hal-hal gila
Orang yang jatuh cinta dengan kadar tinggi, akan cenderung melakukan hal-hal yang nggak wajar. Misal, cuma karena gebetan nggak bales chat 1 jam doang, dia bakal duduk mojok di kamar, merenung, sambil mendengarkan lagu "Hampa" - Ari Lasso. Sejam tak berkabar dengan gebetan, dia merasa sangat tersiksa oleh rasa kehilangan.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa melakukan pengorbanan-pengorbanan yang tak wajar. Mereka rela tak makan cuma untuk membelikan obat pasangan yang sedang kesakitan. Mereka rela untuk tak jajan, untuk membelikan kado pasangan. Mereka rela tak tidur, untuk menemani begadang pasangan. Rela tak istirahat meski esok hari harus melaksanakan kewajiban.

Orang yang sedang jatuh cinta, bisa diam-diam mengambil foto-foto profile di sosmed gebetannya. Lalu foto itu diedit pake photoshop dan ditempelkan dengan fotonya sehingga terlihat sedang bersanding berdua. Itu memang hal gila, tapi bisa membuatnya bahagia.

Jatuh cinta itu....

(silakan isi sendiri di kolom komentar, ya!)

Itulah kira-kira hal-hal yang dialami oleh orang-orang yang sedang jatuh cinta sesuai yang gue inget. Semoga orang yang sudah lama tak jatuh cinta, bisa kembali tertarik untuk menghidupkan kembali hatinya.

Tapi, kalo ada temen lo yang mengalami ciri-ciri di atas, tolong dimaklumi, jangan dijauhi. Orang jatuh cinta itu nggak menular, mereka butuh bimbingan, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ciao!

Selasa, 26 Januari 2016

Sejarah TV Jadul Sampai Saat ini


Gue pernah hidup di zaman jaringan listrik belum masuk ke kampung gue. Waktu gue kecil, hiburan orang-orang di kampung gue kalo udah malem, cuma gelar tikar di halaman depan, melihat bintang. Tanpa polusi cahaya, dulu langit itu benar-benar kelihatan bintangnya. Zaman sekarang, pemandangan seperti itu sudah langka.

Sampai akhirnya, di kampung gue ada satu orang yang punya TV. Nama pemilik TV itu adalah pak Supri. Setelah Pak Supri punya TV, segala kegiatan melihat langit pun berubah. Setiap malam, orang-orang sekampung pada kumpul di rumah Pak Supri untuk menonton TV. Waktu itu channel TV cuma ada TVRI dengan segala acaranya yang mungkin bagi anak-anak muda zaman sekarang membosankan. Ada ketoprak, ludruk, dan berita yang selalu tayang pukul 7 malam. Beda sama sekarang, isinya kalo nggak sinetron tentang ababil yang cinta-cintaan, ya berita-berita infotainment hoax.

Listrik belum masuk kampung gue, tapi kok udah ada TV?

Percayalah, zaman itu, TV itu belum pake listrik dari PLN kayak zaman sekarang. TV yang kami tonton masih menggunakan aki.



Nah, karena TV-nya masih menggunakan aki, Pak Supri harus nge-charge tuh aki setiap hari ke kota. Untuk maintenance semacam itu, warga dengan kesadaran diri patungan dan memberikan uangnya kepada Pak Supri untuk membayar biaya charge aki. Bayangkan betapa ribetnya zaman itu.

Ngomongin TV, gue jadi penasaran untuk mengulik sejarah TV itu sendiri. Soalnya, melihat TV yang sekarang, sudah sangat jauh berbeda bentuk, fitur, maupun fungsinya. Yuk kita simak sejarahnya!

Sebelum kita bahas mengenai sejarahnya, kita pahami dulu apa itu arti kata Televisi. Televisi adalah nama hasil penggabungan dari kata Tele yang berarti jauh, Visi (vision) yang berarti penglihatan. Televisi, berarti penglihatan jarak jauh.

TV ditemukan oleh John Logie Baird pada tahun 1920-an. Baird mendemonstrasikan Televisi pertama di depan umum di Royal Institute di London. Namun, apakah TV bisa berjalan tanpa siaran? Tentunya tidak. Hingga akhirnya BBC melakukan siaran televisi pertama kali di tahun 1929. Dan sejak saat itu, TV menjadi perangkat hiburan dan informasi populer bagi setiap keluarga.

Evolusi TV


TV jadul, masih menggunakan sistem analog untuk penggantian channelnya. Tidak seperti sekarang, TV jadul menggunakan semacam tombol pemutar untuk mencari saluran TV yang mau ditonton. Jadi, pengguna harus memutar-mutar panel itu dan mencari freqwensi yang pas untuk menonton saluran tertentu. Mirip seperti saat kita mencari freqwensi radio.


TV jadul juga belum berwarna. Jadi, zaman yang gue alamin dulu, pas kecil, semua TV masih hitam-putih doang warnanya. Sampai-sampai waktu gue kecil, gue suka mikir, apakah zaman perang itu memang belum ada warna di bumi? Soalnya, setiap kali gue nonton film atau berita tentang perang di TV, cuma hitam-putih warnanya.


Lalu di akhir 1990-an, gue akhirnya bisa melihat TV berwarna. Gue inget banget waktu itu mama gue ngirimin TV dari Jakarta. Layarnya cembung, dan pas dinyalain, gue berasa melihat dunia yang berbeda. Seluruh acara yang gue tonton jadi berwarna. Sejak saat itu, gue jadi anak yang males keluar rumah, karena cinta mati sama TV.

Memasuki era 2000an, TV layar tabung sudah digantikan oleh TV layar datar. Tapi sampai sekarang gue masih belum paham apa bedanya layar cembung dan layar datar.

Tahun 2010, gue mulai menggunakan TV LCD. TV LCD ini gue demen karena tipis dan irit listrik. Gambarnya pun lebih baik dibanding TV tabung. Sayangnya, fiturnya masih sama aja kayak TV-TV sebelumnya. Cuma buat nonton TV. Udah, gitu aja.

Baru di tahun 2015 ini, gue ngerasain TV dengan fungsi yang sangat berbeda dari TV-TV yang pernah gue miliki. Jadi, kemarin gue baru nyobain Panasonic Viera Smart TV. Nggak tanggung-tanggung, ukurannya 49”. Kamar gue jadi berasa kayak bioskop pribadi.


Apa yang ngebedain Panasonic Viera Smart TV ini dengan TV biasa? BANYAK!

Resolusi dari Panasonic Viera ini adalah 4K, alias 4000an pixel. Dengan resolusi segede itu, nih TV bisa gue jadiin layar pengganti bagi laptop gue dan buat main game. Resolusi 4K adalah resolusi paling tinggi bagi gadget-gadget yang udah dijual secara umum saat ini. Nih.. Lihat betapa tajamnya resolusi 4K:



Bisa jadi pengganti monitor laptop loh! Resolusinya tinggi banget!

Gambar yang lo lihat itu udah hasil jepretan kamera, udah bening banget kan? Gue kasih tau. Aslinya jauh lebih bening. Setiap kali gue nonton resolusi 4K, gue berasa ngelihat penampakan aslinya. Kayak bukan di layar TV.

Panasonic Viera Smart TV ini juga dilengkapi dengan kacamata 3D. Yup! Dengan kacamata ini, gue bisa nonton konten video-video atau film-film yang 3D. Rasanya sama persis dengan nonton film di bioskop 3D. Bedanya, gue mau teriak-teriak pas nonton film menegangkan yang 3D pun, nggak perlu malu. Nggak kayak di bioskop.

Satu lagi fitur yang gue suka. Dulu gue kalo mau tidur suka nonton video-video di Youtube pake TV. Caranya ribet! Gue harus konekin laptop gue ke TV dulu, baru deh bisa nonton Youtube di TV. Tapi pake Panasonic Viera, kebiasaan ribet itu bisa gue tinggalin.

Soalnya, di dalam TV ini sudah ada fitur built-in apps. Di mana, kita tinggal konekin nih TV ke internet, lalu buka aplikasi Youtube yang udah ada di TV-nya, dan kita pun bisa langsung nonton Youtube di TV. Keren!!


Selain buat nonton TV dan Youtube, ada aplikasi web browser bawaan di Panasonic Viera. Jadinya, gue nggak perlu buka-buka laptop lagi buat browsing! Makin keren!!


Nah, melihat perkembangan TV yang segitu gilanya, gue merasa bersyukur pernah hidup cukup lama untuk menyaksikan evolusi teknologi. Dari zaman TV belum ada warnanya, sampai zaman TV udah bisa internetan kayak Panasonic Viera Smart TV ini!

Nah, lo pernah ngalamin nonton TV yang gimana aja? Share dong di kolom komentar.

Kamis, 24 Desember 2015

Mobil Pertama, Banyak Pelajarannya

Kira-kira 10 taun yang lalu, memiliki mobil masih menjadi mimpi yang hampir mustahil untuk jadi kenyataan. Sebagai seorang mahasiswa yang harus kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar kuliah, dengan gaji 800 ribu per bulan, membeli mobil tentunya bakal butuh waktu berpuluh-puluh tahun untuk menabung. Atau, kalau mau jual ginjal, ya mungkin bisa terwujud dalam waktu lebih singkat.

Tapi gue adalah tipe pemimpi yang pantang menyerah. Gue bikin Dream-note atau catatan berisi impian-impian yang pengin gue wujudkan. Selain ditulis, gue juga selalu mengusahakan dan membayangkan rasanya jika mimpi-mimpi itu jadi kenyataan. Kalo gue belum bisa memiliki mobil itu, setidaknya gue bakal bertindak seolah-olah udah punya mobil, meskipun gue sedang naik motor. Jadi, saat gue naik motor gue (matic), tiap ngegas motornya, gue gerakin kaki gue seolah-olah sedang nginjek gas dan kopling. Hal itu gue lakuin setiap gue naik motor. Gue selalu percaya, Tuhan akan memberikan sesuatu yang memang pantas untuk hamba-NYA. Nah, dengan bertindak seolah-olah gue pantas untuk mengendarai mobil, gue mau Tuhan akan memberikan gue mobil beneran.

Kurang lebih 6 tahun berselang, gue ternyata bisa mewujudkan impian gue untuk beli mobil. Nggak.. Gue nggak ngejual ginjal. Tapi gue udah bisa menjadi penulis. Dengan pendapatan sebagai seorang penulis yang sebenarnya seadanya juga, gue pun bisa membeli mobil. Bukan mobil baru, dan juga bukan mobil tipe terbaru.


Yang gue beli waktu itu adalah mobil Honda Genio tahun 1995. Iya, usianya hampir sama tuanya dengan gue. Kenapa gue milih mobil itu? Selain harganya lebih terjangkau, juga karena waktu gue kecil, almarhum kakek gue kalo lagi naik bus bareng gue selalu bilang,

“Kelak kalo kamu udah gede, beli mobil kayak itu. Ada AC-nya, nggak panas kayak bus ini.”

Dan waktu itu, yang gue inget mobil yang beliau tunjuk adalah Honda Civic Genio.

Memiliki mobil ini, bukan mempermudah hidup gue. Kenapa? Karena saat gue membelinya, gue belum bisa nyetir mobil. Sumpah, gue nggak becanda. Seminggu gue memiliki Jeni, nama mobil gue, gue udah dapet bencana. Yaitu, saat gue baru belajar nyetir dan markirin mobil di rumah. Setelah parkir, gue tinggal si Jeni masuk ke rumah. 15 detik kemudian terdengar suara gaduh di luar.



Saat gue cek ada apa, ternyata si Jeni sudah meluncur ke rumah tetangga dan menabrak pagar rumahnya. Pelajaran yang gue dapet hari itu adalah, jangan lupa untuk menarik rem tangan saat parkir.


Beberapa minggu setelah kejadian itu, si Jeni rewel terus. Sampai-sampai si Jeni harus turun mesin 3 kali karena mesin over-heat mulu. Kesalahan gue adalah, tuh mobil yang rusak radiatornya, tapi yang gue benerin adalah mesinnya melulu. Tapi nggak apa-apa, setidaknya gue dapet pelajaran lagi untuk mengenal mobil secara lebih jauh. Sekarang gue ngerti, kalo mobil gak bisa di-start, yang pertama dicek itu aki, bukan spion.

Jeni sekarang gue museumkan dengan segala prestasinya. Karena, gue nggak kuat buat ngurusin tuh mobil. Biaya perawatan dan perbaikan selama memiliki Jeni, kalo gue hitung-hitung, malah bisa buat beli mobil lain lagi yang lebih waras. Makanya, Jeni gue museumin di rumah sodara gue. Nggak gue jual, gue jadiin sebagai salah satu pengingat bahwa segala impian, tidak akan mustahil, asal sesuai dengan usaha kita untuk mengejarnya.

Nah, ngomongin soal beli mobil nih. Gue mau ngasih pesan kepada kalian bahwa kalo beli mobil, kalian harus bener-bener jeli. Apalagi kalo mobil 2nd hand. Jangan sampai kejadian kayak gue menimpa ke kalian juga. Berikut tip-tip yang bisa kalian ikutin:

Kenali Sejarahnya
Kalo mau beli mobil, pastiin lo selidiki dulu sejarah tuh mobil. Gimana pemilik sebelumnya merawatnya. Apakah servisnya teratur? Apakah udah pernah dipake buat nabrak sapi? Lo harus jeli soal yang satu ini. Karena itu akan berdampak pada kualitas mobil itu saat lo pake nanti.

Periksa Kelengkapannya
Beli mobil itu hampir sama kayak beli gadget. Perlu kelengkapan surat-surat yang akan mempermudah mengurus apapun juga. Kalo gadget paling butuh surat garansi. Kalo mobil, perlu surat-surat legal untuk mempermudah segala keperluan di kepolisian. Nah, pas beli, jangan sampai lupa buat mastiin tuh surat-surat lengkap dan tidak bermasalah.

Kondisi Kendaraan
Yah, namanya orang mau beli barang, ya wajib dong memeriksa kondisi barangnya. Apalagi mobil, yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari. Kita wajib banget mengecek kondisi mobilnya, demi lancarnya kegiatan sehari-hari. Jangan sampai keselamatan lo terancam cuma gara-gara tuh mobil ternyata rodanya cuma tiga.

Beli di dealer terpercaya
Membeli mobil di tempat yang bisa dipercaya, pastinya menjadi satu hal yang wajib. Jangan sampai, habis membeli, terus menyesal dan si dealer angkat tangan atau lari. Dengan membeli mobil di tempat yang bisa dipercaya, rasa aman dan nyaman akan kita dapatkan bahkan setelah membeli mobilnya.

Kalo lo terlalu sibuk untuk mencari-cari mobil dengan cara datang ke dealer-dealer, tenang. Gue kenalin lo ke aplikasi jual-beli mobil terpercaya ini. Namanya adalah MOBIL123. Buat yang udah lama main mobil, pasti udah kenal banget dengan yang namanya MOBIL123. Nih website selalu bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para pelanggannya. Baik itu mobil baru maupun seken. Baik itu mobil biasa, maupun mobil mewah. Buat yang belum tahu, coba cek dulu webnya: www.mobil123.com pasti lo bakal mangap liat lengkapnya pilihan mobil yang dijual di situ.

Nah, MOBIL123 ini meluncurkan sebuah aplikasi untuk jual-beli mobil. Apa yang bikin beda nih aplikasi dibanding aplikasi lain? BANYAK!

Nih di antaranya:

Verifikasi Seller


Penjual mobil yang ada di aplikasi ini nggak sembarangan. Semuanya harus melalui proses seleksi dan verifikasi. Jadinya, pembeli yang belanja di sini bakal ngerasa aman karena yang jualan tuh mobil nggak kabur-kaburan.

Pilihan Lengkap


Mulai dari mobil biasa, sampe mobil mewah, lengkap dijual di aplikasi ini. Sampe sekarang udah ada lebih dari 100.000 mobil yang dijual melalui aplikasi ini. Dan calon pembeli bakal dengan mudah mencari mobil impian mereka. Kalo udah nemu, tinggal disimpan dulu itemnya dengan cara klik tanda bintang.

Perbandingan Item


Aplikasi ini punya fitur unik yang nggak ada di aplikasi jual-beli mobil lain. Fitur itu adalah fitur Perbandingan. Di mana, cuma dengan mengklik tombol BANDINGKAN, aplikasi ini akan menunjukkan hasil perbandingan antara satu mobil dengan mobil lain yang pengin dibeli. Tentu aplikasi ini akan mempermudah lo untuk menimbang-nimbang mobil mana yang mau dibeli, kan?

Penghitung Kredit


Ini fitur lain yang nggak ada di aplikasi lain. Dengan menggunakan aplikasi MOBIL123, lo bisa dengan mudah dikasih simulasi perhitungan angsuran/pinjaman yang akan lo ambil untuk membeli mobil itu misal dengan menggunakan sistem kredit. Nah, dengan fitur ini, lo bakal bisa mempertimbangkan dengan lebih detail dan mudah untuk membeli mobil impian dong.

Nah, itulah info dari gue tentang aplikasi ajaib MOBIL123 ini. Aplikasinya bisa langsung lo download di sini melalui smartphone lo. Untuk Android OS, download di SINI, untuk iOS download di SINI.

Itu cerita gue tentang mobil pertama gue. Lo punya cerita tentang kendaraan pertama lo? Share di kolom komentar, ya!

Sabtu, 19 Desember 2015

Gadget-gadget Impian Masa Kecil, Yang Sudah Ada di Dunia Nyata

Tahun 2015, di mana kita sudah berada di abad 21, teknologi sudah semakin maju. Membuat kita mulai mendekati kehidupan seperti yang digambarkan di film-film kartun fantasi waktu kita kecil. Siapa sih, yang nggak pengin punya alat-alat ajaib Doraemon? Atau, siapa sih, yang nggak pengin hidupnya jadi lebih seru?

Nah, sekarang, sebagian alat-alat ajaib itu udah ada di dunia nyata. Dan gue bakal bahas gadget-gadget yang udah pernah gue coba. Siapa tau, lo juga berminat buat nyoba juga. Here they are:

Drone
Waktu kecil, kita pasti pengin banget ngerasain yang namanya naik baling-baling bambu. Terus terbang keliling-keliling kota, dan melihat keindahan kota dari langit sana. Nah, sebagai gadget enthusiast, gue seneng banget dengan terciptanya smart-drone yang mampu membuat impian masa kecil gue itu bisa mendekati kenyataan.


Iya, gue ngerakit drone sendiri, dilengkapi dengan kamera dan video transmiter sehingga gue bisa melihat pemandangan dari langit sana, secara langsung. 

Ini gue nggak lagi ngobrol sama pohon, tapi lagi merhatiin rute drone gue pake goggle.

Untuk merakit drone seperti ini, dengan spek paling rendah, budget 5 juta juga udah cukup. Tapi, kalo lo doyan main mini-drone yang segede telapak tangan dan terbang 15 meteran doang, duit sejuta juga udah bisa beli drone yang bisa ngasih sensasi terbang beneran di layar hape lo secara langsung.

Smartwatch
Dulu kalo kita nonton film tentang agen rahasia, atau Detektif Conan, pastinya kita naksir sama jam tangan yang mereka pake. Fiturnya canggih, bisa buat nelpon orang maupun buat senjata.


Sudah 3 tahun terakhir, teknologi yang mendekati gadget semacam itu sudah tercipta. Smartwatch sekarang sudah bisa ditemuin di mana-mana. Baik itu yang berbasis sistem Android atau iOS. Fiturnya masih sebatas nunjukin notifikasi hape, ataupun jadi view-finder kamera sih. Tapi gue yakin, dengan majunya teknologi, Smartwatch bakal bisa dipake buat nelpon juga. Yang udah gue punya baru Moto360, dan dengan gadget ini, gue nggak perlu repot ngeluarin hape dari kantong setiap kali ada notifikasi masuk. Tinggal cek jamnya aja. Praktis!

BB-8 Droid
Sebagai fans Star Wars, pasti kita demen sama robot-robot canggih yang ada di film itu. Untuk yang udah ngefans dari zaman Star Wars seri IV, pasti gemes sama R2D2.


Nah, bentar lagi kan Star Wars bakal tayang tuh, dan di seri VII ini muncul karakter Droid baru bernama BB-8. Dan kebetulan, produsen robot canggih bernama Sphero, menciptakan BB-8 Droid untuk dijual secara umum. Tapi, skalanya jauh lebih kecil dibanding aslinya. Gedenya cuma setelapak tangan aja. Gue sebagai fan Star Wars, nggak mau ketinggalan, dong! Akhirnya gue tebus tuh Droid dari eBay. Gue seneng banget. Punya nih Droid berasa punya kucing. Dia bisa disuruh-suruh pake voice command, dan bisa disuruh jaga rumah mondar-mandir gitu. Bisa juga dikontrol pake hape. Canggih!

VR Goggle
Singkatan dari Virtual Reality, ini adalah gadget yang sebenernya simpel konsepnya. Yaitu gadget yang mampu menunjukkan gambar/visual langsung di mata kita.


Rasanya make VR ini tuh mirip banget kayak nonton bioskop. Segalanya jadi terlihat gede dan nyata. Enak banget buat nonton film, ataupun buat main game. Cuma, kalo make VR, kita jadi sering lupa sama lingkungan sekitar. Tapi itulah serunya jadi jomblo. Nggak takut ada yang ngambek karena dicuekin. Haha!

Ngomongin soal VR, minggu kemarin gue lagi malem mingguan sendiri di Sevel. Kebetulan, gue pas lagi bosen jalan sama gadis-gadis. Alasan utamanya, mereka lagi jalan sama pacar masing-masing. Nah, pas jalan di Sevel itu, gue liat kemasan unik dengan poster yang bikin penasaran.


Lunar Project? Proyek Bulan? Maksudnya apa ya? Apakah ini proyek buat mewujudkan impian Om AT Mahmud yang bikin lagu “Ambilkan Bulan Bu”?

Terus gue baca googling soal nih project, terus nemu LINK INI. Di websitenya, diceritakan bahwa Pocari Sweat punya project spesial di tahun 2016. Mereka mau mendaratkan Pocari Sweat ke bulan! Serius. Pocari Sweat bakal jadi minuman isotonic pertama yang mendarat di Bbulan. Ngga tanggung-tanggung mereka bekerjasama dengan Astroscale dalam mempersiapkan peluncuran POCARI SWEAT ke bulan dan menamakan proyek ini Lunar Dream Project.

Kalo lo juga penasaran sama ekspedisi ke bulan ini, lo bisa juga ikutan ngerasain perjalanan ke bulan itu dengan mudah. Berbekal VR bikinan sendiri.

Seriusan Litt? Gimana caranya?

Nih.. Gue kasih tau info menarik nih. Dengan membeli Pocari Sweat kemasan spesial seperti di foto ini:



Lo bisa bikin VR sendiri dengan bahan yang udah disediain di kemasan Pocari Sweat ini. Soalnya, kemasan ini emang didesain biar bisa dirakit menjadi VR cardboard. Sudah ada lensanya juga di dalamnya, untuk membuat efek VR menjadi semakin nyata. Gue perlu waktu 15an menit buat ngerakitnya. Tutorialnya nyontek di youtube ini:


Jadi deh!


Terus, Pocari Sweat udah nyiapin aplikasi smartphone (iOS/Android) bernama Lunar Dream Project yang bisa lo download secara gratis di store. Di mana, cukup dengan mengaktifkan aplikasi itu, lalu menaruh hape kita di dalam VR cardboard bikinan sendiri tadi, kita bisa langsung mainin game Lunar Dream Project.


Sumpah, waktu mainin game ini, gue berasa lagi di dalam kokpit pesawat luar angkasa beneran. Ada banyak panel-panel canggih, dan juga pemandangan penuh bintang dan meteor di sekitar gue.


Nggak peduli gue ngehadap ke depan, belakang, atas, bawah, samping, kondisi yang kita lihat adalah kondisi nyata seperti saat kita sedang dalam kokpit pesawat luar angkasa. So much fun!


Lunar Dream Project ini juga nggak cuman jalan-jalan ngeliat luar angkasa doang. Tapi ada misi penting yang harus kita jalanin saat mainin gamenya. Kita harus bisa mendarat di Bulan, dan menemukan time capsule POCARI SWEAT di bulan.

Kontrolnya gimana?

Simpel, tinggal gerakin kepala ke kiri atau kanan, atau atas atau bawah. Bidik agar titik merah di bagian tengah, tepat mengarah di sasaran bintang yang mau kita tuju.

Akkkk.. Pesawat gue tak terkendali, terbang menuju Pancoran!!

Nah.. Udah tertarik buat mainin game ini? Yuk lah, langsung cabut ke Sevel, dan beli Pocari Sweat edisi spesial Lunar Dream Project!